STANDAR WAKTU INDONESIA --:--:-- WIB / --:--:-- UTC

Profil BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

Gedung BMKG

Tentang BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

BMKG bertugas menyediakan data, informasi, dan layanan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika untuk mendukung keselamatan masyarakat dan keberhasilan pembangunan nasional.

Tugas

BMKG mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Fungsi

  • Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Koordinasi kebijakan, perencanaan, dan program di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian observasi serta pengolahan data dan informasi.
  • Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Visi & Misi

Visi

Mewujudkan BMKG yang andal, tanggap, dan mampu dalam rangka mendukung keselamatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan nasional, dan berperan aktif di tingkat internasional.

Misi

  1. Menyediakan data, informasi, dan jasa pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal dan terpercaya.
  2. Mengoptimalkan pemanfaatan data, informasi, dan jasa pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  3. Meningkatkan kemampuan SDM, sarana, dan prasarana operasional.
  4. Meningkatkan penelitian, pengkajian, dan pengembangan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  5. Memperkuat kelembagaan BMKG dan meningkatkan kerja sama internasional.

Sejarah Singkat BMKG

Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841, diawali dengan pengamatan perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Kegiatan ini terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan data cuaca dan geofisika.

Pada tahun 1866, kegiatan tersebut diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium, dipimpin oleh Dr. Bergsma. Tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di Jawa.

Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan seismograf Wiechert di Jakarta. Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), instansi ini bernama Kisho Kauso Kusho.

Setelah kemerdekaan tahun 1945, instansi dipecah menjadi Biro Meteorologi di Yogyakarta dan Jawatan Meteorologi dan Geofisika di Jakarta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan.